by Max Fransiskus
📖 Bab 1. Wahyu dan Firman Allah
2. Firman Allah: Kristus, Kitab Suci, dan Pewartaan Gereja
2.1 Tiga Bentuk Firman Allah menurut Barth
Karl Barth merumuskan bahwa Firman Allah hadir dalam tiga bentuk: Yesus Kristus sebagai Firman Allah yang sejati, Kitab Suci sebagai kesaksian tentang Firman, dan pewartaan gereja sebagai proklamasi Firman kepada dunia.¹
Bagi Barth, pusat dan sumber segala wahyu adalah Kristus. Kitab Suci memiliki otoritas bukan karena dirinya sendiri, melainkan karena ia memberi kesaksian tentang Kristus. Pewartaan gereja hanya sah jika mengabarkan Kristus. Dengan demikian, Kristus adalah Firman Allah yang sejati, sedangkan Kitab Suci dan pewartaan adalah turunan yang menunjuk kepada Kristus.²
2.2 Kristus sebagai Firman yang Hidup
Kitab Suci menyatakan:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia…” (Yoh. 1:1–3).
Firman di sini adalah Logos, yang menurut patristik diidentifikasi dengan Kristus. Athanasius menegaskan bahwa “Firman Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi serupa dengan Allah.”³ Dengan demikian, Kristus sebagai Firman Allah adalah titik temu antara Allah dan manusia.
2.3 Kitab Suci sebagai Kesaksian
Kitab Suci bukanlah wahyu itu sendiri, melainkan kesaksian tentang wahyu. Barth menolak pemahaman fundamentalis yang mengidentikkan Kitab Suci dengan Firman Allah secara langsung. Firman Allah adalah Kristus; Kitab Suci adalah kesaksian yang benar dan diilhami tentang Kristus.⁴
Pandangan ini juga sejalan dengan Augustinus dalam De Doctrina Christiana: Kitab Suci adalah sarana yang menunjuk kepada kasih Allah dalam Kristus, bukan tujuan akhir.⁵
2.4 Pewartaan Gereja sebagai Proklamasi Firman
Gereja dipanggil untuk memberitakan Injil, yaitu kabar baik bahwa Kristus adalah Raja atas semua. Dalam pewartaan, Firman Allah kembali menjadi nyata. Namun pewartaan bukanlah milik eksklusif gereja; pewartaan hanya sah sejauh ia menyatakan Kristus. Dengan demikian, gereja hanyalah alat; Firman tetap milik Kristus sendiri.
2.5 Implikasi bagi Universal Kingdom
Dalam kerangka Universal Kingdom:
Kristus adalah Firman Allah yang hidup, pusat dari seluruh wahyu.
Kitab Suci adalah saksi universal tentang Kristus, ditujukan bukan hanya kepada gereja, tetapi kepada seluruh manusia.
Pewartaan gereja adalah panggilan untuk mengingatkan bahwa semua manusia, sadar atau tidak, sudah hidup di hadapan Kristus sebagai Firman Allah.
Karena Firman bersifat universal, maka semua ciptaan ada dalam lingkup kasih Allah yang dinyatakan di dalam Kristus.
📚 Catatan Kaki Bagian 2
Karl Barth, Church Dogmatics I/1: The Doctrine of the Word of God (Edinburgh: T&T Clark, 1936), 120–130.
Ibid., 134–136.
Athanasius, On the Incarnation, §54, dalam Nicene and Post-Nicene Fathers, Series 2, Vol. 4, ed. Philip Schaff (Grand Rapids: Eerdmans, 1983), 65.
Barth, CD I/1, 141–144.
Augustine, De Doctrina Christiana, I.34, dalam Nicene and Post-Nicene Fathers, Series 1, Vol. 2 (Grand Rapids: Eerdmans, 1993), 523.
📖 Daftar Pustaka Mini Bagian 2
Athanasius. On the Incarnation. Dalam Nicene and Post-Nicene Fathers, Series 2, Vol. 4. Ed. Philip Schaff. Grand Rapids: Eerdmans, 1983.
Augustine. De Doctrina Christiana. Dalam Nicene and Post-Nicene Fathers, Series 1, Vol. 2. Grand Rapids: Eerdmans, 1993.
Barth, Karl. Church Dogmatics I/1: The Doctrine of the Word of God. Edinburgh: T&T Clark, 1936.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar